BLOG.SPYROZONE.NET

tail /home/spyro/kid.log

Bolpoint dan Status Mahasiswa

Posted by: SPYRO KiD  on Wednesday, February 20th, 2008

Gambar: mahasiswa

Makan.. Tidur.. jalan-jalan.. (kadang-kadang) buka-buka materi kuliah.. ya cuma itu aktivitas saya. Sore ini nggak ada aktivitas, jadi saya menghabiskan waktu menimati teh sambil memperhatikan kendaraan yang lalu-lalang di jalan raya (hehehe.. bener-bener kurang kerjaan yach..)  :D

Jadi ingat pengalaman memalukan saya dengan kendaraan umum beberapa waktu yang lalu. Saya memang belum begitu familiar dengan kendaraan umum di Surabaya. Dikarenakan para supir kesayangan saya pada pulang kampung, akhirnya saya belajar melakukan ritual yang wajib dikuasai oleh orang yang butuh bepergian jauh namun ga ada sopir, yaitu… Belajar naik Angkot!

*Note: Definisi sopir dalam cerita hari ini adalah teman-teman terdekat saya, baik cowok, cewek atapun yang `diantara keduanya`, yang selalu bersedia mengantarkan saya dengan ikhlas tanpa pamrih mapun dengan sedikit imbalan dan pemaksaan, ke tempat yang ingin saya tuju dengan kendaraan yang dimilikinya masing-masing, dalam kondisi susah, senang, suka maupun duka.

Awalnya sempat hampir putus asa karena alat transportasi yang disebut “Angkot” tersebut nggak muncul-muncul. Terbesit dalam pikiran saya untuk naik Taksi, biar cepet, aman, tentram dan nyaman. Tapi karena perbandingan antara ongkos Angkot dan Taksi yang bagaikan perbandingan antara harga makanan burung dengan harga makanan saya (burung biasa lho yach, bukan yang burung yang “lainnya” ^_^), akhirnya saya memutuskan untuk tetap bersabar menunggu datangnya Angkot..

Kira-kira 15 menit kemudian yang saya tunggu-tunggu datang. Wah, itu pertamakalinya saya naik Angkutan umum sendiri. Rasanya seneng, cemas, dag-dig-dug, persis kayak suasana hati anak lelaki yang mo dikhitan x_x. Saya sering denger sich kalo Angkutan umum di Surabaya rawan copet dan penyamun. Karena itu semua Antivirus, IDS & Firewall segera saya konfigurasi ulang dengan setting yang lebih secure dari biasanya x_x

Di perjalanan.. semua orang terlihat ramah dan aman-aman saja. Aktivitas mereka pun cukup wajar sebagai penumpang. Ada yang asyik baca koran, ada yang asyik lihat ke kursi pojok sambil senyum-senyum.. (iya, di kursi pojok ada tante-tante seksi.. ), ada yang garuk-garuk kepala, ada yang terkantuk-kantuk, bahkan ada yang bener-bener tidur dengan nyenyak! (wah, untuknya nggak pake ngiler yach..)

Perjalanan banyak saya habiskan dengan melihat aneka brosur promosi ukuran mini dan stiker yang nangkring di jendela mobil. Ada juga stiker berisi peringatan:

Waspadai  Copet!!

Ciri-Ciri Kebiasaan:

  • Pura-pura Mual

  • Pura-pura Menjatuhkan HP

  • Pura-pura Menjatuhkan Dompet

Hehehe.. sampai segitunya, disebutin ciri-ciri segala. Si copet jelas udah punya jurus pura-pura yang baru ^_^ Perenungan saya seketika buyar ketika seorang lelaki paruh baya menyapa saya..

“Mas, boleh pinjam bolpoint ngga’?” tanya si lelaki.

Hmm.. pinjam Bolpoint, saya segera melirik stiker peringatan Copet tadi. Fyuh, aman, disana khan nggak tertera “Pura-Pura pinjam bolpoint” ^^

“Sebentar yach pak..”

Saya segera merogoh-rogoh isi tas. Sial, nggak ada sebuah bolpoint pun yang menunjukkan batang hidungnya x_x Isi tas saya cuma komputer Laptop, beberapa keping DVD yang berisi software-software emergency, Charger dan Mouse. Wajar sich kalo hari-hari biasa gini saya ga bawa alat tulis, lha wong menjelang ujian ajah saya selalu pinjem temen sebelah wkwkwkw.. :D

“Wah, maaf, saya nggak bawa nich pak..”

Si lelaki paruh baya tadi tersenyum lalu bertanya pada saya..

“Mas mahasiswa apa masih SMA?”

“Mahasiswa pak..” saya jawab pertanyaan `nggak penting` itu dengan ramah.

“Oalah mas.. mas.. mahasiswa kok nggak punya bolpoint..”

DHUARRRR!!!! Seketika rasanya hujan badai menghantam Angkutan umum mungil warna biru tua beroda empat yang saya tumpangi itu. Seakan-akan angin ribut dan guntur sedang menyambar-nyambar di siang bolong…

Gambar: Guntur

Demi menyelamatkan diri dari rasa bangga malu, saya segera mengatur nada suara saya agar terkesan diplomatis dan berwibawa, sama seperti para wakil rakyat ketika berusaha meyakinkan masyarakat bahwa mereka bukan koruptor, saya berkata pada bapak itu tadi..

“Sebenarnya ada nich pak, saya kemana-mana selalu bawa alat tulis, cuma saya nggak bawa printer..” kata saya sambil membuka tas saya seraya menunjukkan Laptop saya.

Si bapak malah tertawa terbahak-bahak x_x  BTW.. saya masih ngak terima tuch dengan omongannya si Bapak tadi. Emangnya kalo punya status mahasiswa itu kemana-mana harus bawa bolpoint yach?? Tapi.. setelah kejadian itu, saya kini jadi nggak pernah lupa untuk selalu membawa alat tulis (buku catatan, pensil dan bolpoint) ketika bepergian..


./E.O.F




Tags: , , , ,




TopOfBlogs